Kamu Dimana???


termenung_kucing

Aku mencari,

Dalam tetumpukan serasah basah hingga kering embun dedaunan pagi
Aku, masih mencari

Kutemui riak-riak air, mengalir-hilang
Kusimak cericit burung, Kacau-pilu
Menatap bayang air, bias-pudar

Aku tak tahan!

Tersandar dibalik kayu manis,
Haruskah ku cerita pada sepohon kayu bisu?
Pada cericit burung, atau kupu-kupu?

Aku masih mencari

Apa ku tanya saja pada angin?
Pada capung riang, atau bayang-bayang awan?

Kupanggil kawanan prenjak, ia acuhkan aku
Ku seru riak air, ia biaskan ku.
Aku memelas pada angin, dedaunan menertawakanku
Kudekati capung-capung air, ia menjauh.
Lalu, pada siapa kutawar gelisah ini?

Menelungkup dibalik kayu manis, aku malu.
Kupu-kupu mendekat, seolah “izinkan sayapku menyeka air matamu”
tapi ia terbang dalam sekejap mata

Aku terbentur dalam bayang didasar kolam
Riak air merusak wajahku!
Oh bukan, ini tetesan air yang jatuh satu-satu,
dan aku hancur diterpa angin

Aku masih mencari.
Dimana?
Dan jiwa pun menyepi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s