Embun Pagi


embun

mimpi itu tampak cerlang. mengais senyum pada bening embun pagi. ia taksabar ingin segera memberi kabar pada matahari yang melahirkan jingga di pagi dan senjanya.

bayang itu, kian lekat meski masih terasa gelap. Hanya meraba dan menguliti memori tentang lintasan di simpang jalan. taksabar ingin melihat kerlip gemintang di sela ceria tawa.

sederet aksara yang memeluk hari mungkin adalah penanda, bahwa takada yang tersia dari jeda yang dihadiahkan. takperlu meratap pada bintang selatan yang berjatuhan. sebab kening yang takberjarak dengan hangatnya sajadah adalah awal dari cerita indah dalam tiap langkah.

bahwa doa yang dirapal saat hujan mulai membasahi tanah pasti berakhir dengan pengabulan.

percayalah. :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s