Membeli Bahagia


144467100516845312_o099rnhd_cSenja belum sempurna.

Aku bergegas menuju pelataran bersama sisa-sisa bahagia yang terkumpul. Bersemangat, meski terlihat sangat dipaksakan. Hari ini, aku punya rencana besar. Aku akan membeli sesuatu yang aku anggap telah membuat banyak orang bahagia.

Serius aku memilih, sambil berusaha mengabaikan gelisah yang menyelinap tiba-tiba. Mengabaikan beberapa dialog hati yang mempertanyakan keputusan itu. Sekian waktu aku memilih sesuatu itu, akhirnya aku benar-benar membelinya. Tak ada yang benar-benar tahu alasan sebenarnya, aku membeli sesuatu itu untuk apa.

“Membeli bahagia!”

Ya, aku berusaha membeli bahagia. Itulah alasan halus yang tersembunyi sangat dalam. Aku lupa bila bahagia tak bisa aku beli dengan barang mewah atau dengan sesuatu yang membuat orang lain bahagia.

Takakan pernah bisa aku membelinya. Bahagia hanya ada pada hati yang menunduk pada-Nya, yang merelakan Dia menjadi satu-satunya yang mengatur detak nadi dan langkah kaki.

 

#hikmahjum’ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s