“JANGAN TAKUT BILANG JANGAN!”


janganBelum lama ini ketika menyimak pelatihan guru di Kuttab Al Fatih Pusat saya sangat tertarik dengan pertanyaan dari salah seorang peserta, kurang lebih seperti ini pertanyaannya;

“Assalamu’alaikum ustadz, saya mau menanyakan perihal penggunaan kata JANGANdalam mendidik anak. Karena yang saya tahu penggunaan kata JANGAN kurang baik buat anak, seperti JANGAN nakal Maka nanti yang ditangkap oleh anaknya adalah nakalnya. Bagaimana menurut ustadz?”

Jawaban sederhana dari ustadz lah yang membuat saya tergerak untuk mencari lebih jauh lagi. Jawaban ustadz kurang lebih seperti ini atau yang saya tangkap seperti ini, afwan ya Ustadz kalau kurang pas :).

“Coba Anda cari di al Quran dan Hadits kata JANGAN, ada atau tidak?”

Sebelum mencari lebih jauh saya coba mencari referensi yang berpendapat bahwa kataJANGAN kurang baik bagi anak. Berikut adalah tulisan yang berpendapat bahwa kataJANGAN kurang baik bagi anak.

“Setiap hari, anak-anak di belahan dunia mana pun, selalu mendengar kata larangan,             “jangan!” Di telinga mereka selalu terdengar, “Jangan nakal, jangan main air, jangan panjat-panjat, jangan ini, jangan itu!” Hampir setiap orang tua sering melakukannya. Melarang anak bermain air, tanah, naik pohon, berlari-lari, dan kegiatan bermain lainnya. Padahal, dunia anak adalah bermain. Alhasil, kreativitas anak jadi terhambat. Anak semakin membangkang, atau bahkan menjadi pasif dan penakut.

Sungguh, dilarang adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Kata-kata “tidak” dan “jangan” dapat menghilangkan semangat dalam situasi apapun. Anak-anak pun merasa demikian. Bedanya, anak tidak dapat mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Tetapi, bukanlah orang tua juga perlu melarang anaknya? Ya, tentu saja. Namun, melarang pun ada caranya.

Menurut Elizabeth Hurlock dalam buku “Psikologi Perkembangan Anak”, ada tiga jenis tipe orang tua. Pertama, Tipe autho-riter/authoritarian. Orang tua tipe ini mempunyai kontrol yang tinggi dan acceptance (peneriman) yang rendah. Mereka menegakkan disiplin dengan kaku, tanpa kompromi. anak selalu dilarang. Hasilnya, anak menjadi tidak percaya diri, pasif dan tak ada inisiatif. Profil lain yang muncul adalah anak pemurung, tidak bahagia, mudah terpengaruh, mudah stress, dan tidak bersahabat.”

Beginilah bagaimana ilmu-ilmu di luar Islam mendidik generasi, dan doktrin ini pun sudah melekat di dalam diri kita. Haruskah kita lanjutkan atau segera kita hentikan? Sebelum mengambil keputusan, saya akan coba sedikit untuk mencari petunjuk di al Quran dan Hadits mengenai kata “JANGAN”. Bismillah.

Kata jangan di dalam Al Quran:

Al Baqarah ayat 41; “…Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan bertakwalah hanya kepada Ku.”

Al Baqarah ayat 42; “Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan…”

An Nisa ayat 29; “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil….

An Nisa ayat 32; “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain…”

An Nisa ayat 144; “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin…”

Ali Imran ayat 139; “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman.”

Al Hujurat ayat 1; “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya…”

Al Hujurat ayat 2; “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras…”

Al Isra ayat 22; “Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina”

Al Isra ayat 23; ”…maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan “ah!” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Al Isra ayat 31; “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin…”

Al Isra ayat 32; “Dan janganlah kamu mendekati Zina…”

Al Isra ayat 33; “Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah…”

Allahu Akbar! Jumlahnya sangat banyak dan masih banyak lagi kata jangan di dalam Al quran, apa ini artinya? Berikut kata jangan di dalam Hadits.

Kata jangan di dalam Hadits :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.

(Riwayat Muslim)

—-

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda :Jangankamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda :Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhori )

—-

Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

—-

Dari ‘Ali ibn Abi Tholib Radhiallahu’anhu, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:  “Janganlah kalian berbohong dengan mengatasnamakan diriku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang berbohong dengan mengatasnamakan aku, maka dia akan masuk neraka” (HR. Bukhari no. 106; Muslim no. 1; Ahmad no. 1292; Tirmidzi no. 2660; Ibnu Majah no. 31; Nasa’i no. 5880; Hakim no. 2614; Abi Y’la no. 627; dll)

Masya Allah! Tidak kalah banyaknya kata jangan di dalam Hadits. Hal ini menjadi menarik dan menantang untuk saya untuk menghitung berapa banyak jumlah kata jangan di dalam Al Quran dan Hadits.

Ketika satu kata terdapat di dalam al Quran dan Hadits dalam jumlah yang banyak seperti kata “JANGAN”, hal tersebut menunjukkan betapa penting dan utamanya posisi kata tersebut. Tetapi sekali lagi kita telah meyakini sebagai kebenaran suatu ilmu dari luar Islam tanpa merujuk kepada al Quran dan Hadits. Astaghfirullahaladzim.

Jadi apa yang bisa kita simpulkan dari paparan kata JANGAN di atas. Kesimpulan saya pribadi adalah kataJANGAN merupakan salah satu kata bagaimana Allah dan RasulNya mendidik umat ini, harmonisasi antara ketegasan dan kelembutan (Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah –jangan bersedih hati), kejelasan antara yang haq dan bathil. Peradaban Islam yang telah lalu pun dibangun dengan kata ini “JANGAN”, ini saatnya kebangkitan peradaban Islam dimulai dengan mengembalikan kata “JANGAN” pada jalur yang telah ditetapkan Allah dan RasulNya.

Jadi tidak perlu khawatir untuk meninggalkan teori-teori yang di luar Islam yang berpendapat bahwa katajangan adalah tidak baik dalam pendidikan, dan juga jangan ragu untuk meninggalkan segala ilmu yang bertentangan dengan al Quran dan Hadits. Semoga Allah beri kemudahan bagi kita semua.

Kepada semua rekan-rekan orang tua, pendidik, ilmuan, para ulama, para pemimpin, pengambil kebijakan dan semua yang mengingini kebaikan di dunia dan akhirat, ayo!

JANGAN TAKUT BILANG JANGAN!”

Wallahu’alam

 

Sumber : http://www.kuttabalfatih.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s