Haruskah ego yang bicara


Tentunya Kita tidak asing dengan pertemanan atau persahabatan. Mulai dari TK hingga dewasa seperti sekarang, kita sering berinteraksi dengan apa yang disebut dengan teman atau sahabat.

Banyak cerita mengenai kedua hal ini, menurut pribadi Saya teman dan sahabat itu berbeda. Teman memiliki strata dibawah sahabat, sahabat itu bemula dari teman, sahabat itu teman, dan teman belum tentu sahabat.

Dengan sahabat kita lebih peduli baik itu suka maupun duka. Sahabat dapat menjadikan penyemangat kita ketika kita sedang dalam kondisi tidak baik, dan sahabat dapat juga menjadi alat kritik kita ketika berada dalam kondisi yang membuat kita lupa terhadap sekeliling kita.

Dalam kehidupan ini seringkali persahabatan kita diuji oleh namanya ego, yah ego kalimat yang gak asing lagi bagi mahasiswa psikologi. Ketika ego ini tidak bisa kita kendalikan maka persahabatanlah yang dipertaruhkan. Benar apa yang dikatakan dalam sebuah lagu yang berjudul “Kepompong”.

 dulu kita sahabat

berteman bagai ulat

berharap jadi kupu-kupu

kini kita melangkah berjauh-jauhan

kau jauhi diriku karna sesuatu

mungkin ku terlalu bertindak kejauhan

namun itu karna ku sayang

persahabatan bagai kepompong

mengubah ulat menjadi kupu-kupu

persahabatan bagai kepompong

hal yang tak mudah berubah jadi indah

persahabatan bagai kepompong

maklumi teman hadapi perbedaan

persahabatan bagai kepompong

na na na na na na na na na

semua yang berlalu

biarkanlah berlalu

seperti hangatnya mentari

siang berganti malam

sembunyikan sinarnya

hingga ia bersinar lagi

dulu kita melangkah berjauh-jauhan

kau jauhi diriku karna sesuatu

mungkin ku terlalu bertindak kejauhan

namun itu karna ku sayang

Lirik dalam lagu tersebut mewakili apa yang pernah kita hadapi didalam melakukan perjalanan persahabatan. Didalam kehidupan Saya sendiri pernah terjadi, yaitu ketika Saya masih SMA, Kuliah ataupun dengan teman-teman seperjuangan. Entah kebetulan ataukah memang alasan tersebut adalah alasan satu-satunya persahabatan kalah dengan ego dan jalan pikiran diri sendiri.

Saya menginginkan persahabatan kami kembali setelah ego dan jalan pikiran kami diartikan berbeda oleh kami. Berharap masalah yang Saya hadapi ini dapat Saya selesaikan sepertihalnya ketika dulu.

Saya yakin persahabatan ini akan kembali seperti semula, karena persahabatan tidak akan pernah hilang dengan terkikis oleh zaman.

Saya persembahkan buat teman-teman dan sahabat-sahabat, maaf kalau ego masih bicara dan yang pegang kendali.

>>>>>SOLID SELALU<<<<<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s